Ini blogku...Selamat datang

Sabtu, 08 Februari 2014

Ada 2 sub yang akan dijelas dalam entri blog kali ini:
a. perbedaan fungsi dan prosedur
b. definisi array dan penggunaannya  
 

Perbedaan Fungsi dan Prosedur 

Apa itu fungsi dan prosedur?
Apa yang membedakannya?
Keuntungan masing-masing?
Bagaimana contohnya?


Pengertian atau definisi nya :
  • Fungsi merupakan bagian dari kode program yang terpisah dari program utama. Bagain kode program ini di-execute jika diperlukan untuk melakukan tindakan khusus dalam program. Fungsi banyak dilibatkan dalam program dengan tujuan untuk mengurangi duplikasi pengkodean dan untuk mempermudah pemahaman.
Keuntungan menggunakan fungsi adalah :  program akan memilki struktur yang jelas (mempunyai readability yang tinggi) dan juga akan menghindari penulisan bagian program yang sama
  • Procedure adalah program yang disimpan dalam database seperti halnya dataProsedur juga adalah sekumpulan perintah yang merupakan bagian dari program yang lebih besar, yang berfungsi mengerjakan suatu tugas tertentu. Prosedur atau kadang disebut subrutin / subprogram biasanya relative independent terhadap bagian kode program yang lain. Atau sebenarnya prosedur dapat berdiri sendiri.      
              Keuntungan menggunakan prosedur adalah: 
  • mengurangi duplikasi kode program.
  • memberikan kemungkinan penggunaan kembali kode untuk program yang lain.
  • memecah masalah yang rumit dalam masalah-masalah yang lebih kecil dan lebih mudah diselesaikan.
  • membuat kode program lebih mudah dibaca.
  • dapat digunakan untuk menyembunyikan detil program. 
Pada flowchart, untuk menuliskan prosedur digunakan notasi Predefined Process. Secara skematis, penggunaan prosedur dapat dilihat pada gambar 6.6. 

Perbedaan antara function dan procedure adalah : 
  • kalau function dia akan mengembalikan suatu nilai pada pemanggilnya dan  digunakan untuk membuat operasi-operasi yang tidak ada dalam fungsi utama, sedangkan
  • kalau procedure dia tidak akan mengembalikan nilai apapun pada fungsi pemanggilnya dan untuk memperbaiki kejelasan dan keumumannya.
Contoh Penggunaannya :

A.  Fungsi
     #include <conio.h>
 #include <iostream.h>
 bool prima(int n) {
 int i, jml;
 jml = 0 ;
 for (i=1;i<=n;i++) {
 if (n % i == 0) {
 jml ++ ; }
 }
 if (jml == 2) {
 return (true); }
 else {
 return(false) ; }
 }
 main() {
 int j, n, cacah ;
 cout << "Masukkan Batas bilangan : " ; cin >> n ;
 cout << "Berikut Bilangan itu : " << endl ;
 cacah = 0 ;
 for (j=1;j<=n;j++) {
 if (prima(j) == true) {
 cout << j << " " ;
 cacah ++ ;
 }
 }
 cout << "\nBanyak bilangan prima adalah : " << cacah << endl ;
  getch();}     

B. Prosedur
      #include <conio.h>
     #include <iostream.h>       
        void penjualan (float a, float b, float c) {
        float total, temp ;
        temp = b * c ;
          total = temp - (a * temp) ;
        cout << "Harga Kotor Barang  : " << temp << endl ;
         cout << "Harga Bersih Barang : " << total << endl ;
     }
       void main() {
       float diskon, harga, jumlah ;
     float total, temp ;
         cout << "PROGRAM HITUNG HARGA BARANG" << endl ;
        cout << "===========================" << endl << endl ;
      cout << "Masukkan harga barang : " ; cin >> harga ;
     cout << "Masukkan jumlah barang : " ; cin >> jumlah ;
     cout << "Masukkan diskon barang : " ; cin >> diskon ;
      cout << "\n" ;
        penjualan(diskon, harga, jumlah) ;



 Definisi Array dan Penggunaannya


Definisi array 
Array merupakan bagian dasar pembentukan suatu struktur data yang lebih kompleks. Hampir setiap jenis struktur data kompleks dapat di sajikan secara logik oleh array.
Array adalah suatu tipe data terstuktur yang berupa sejumlah data sejenis (bertipe data sama) yang jumlahnya tetap dan diberi suatu nama tertentu.

Elemen-elemen array tersusun secara sekuensial di dalam memori sehingga memiliki alamat yang berdekatan. Array dapat berupa array 1 dimensi, 2 dimensi, bahkan n-dimensi. Elemen-elemen array bertipe data sama tapi bisa bernilai sama atau berbeda-beda. Array digunakan untuk menyimpan data-data yang diinputkan masing-masing kedalam memory komputer. Jadi jumlah datanya banyak namun satu jenis.
        Contoh :
-          Angka untuk menyimpan sederetan bilangan
-          Buku untuk menyimpan sekumpulan data buku
-          Mahasiswa untuk menyimpan beberapa data mahasiswa
         Sebagai contoh jika A merupakan sebuah array dengan tipe integer, maka notasi dari array A adalah: A[n], dengan n merupakan angka index dari array tersebut misal:
A[0]=100
A[1]=200
A[2]=300
A[3]=400

Karaktersitik Array :
1. mempunyai batasan dari pemesanan alokasi memory (bersifat statis)
2. mempunyai type data sama (homogen)
3. dapat di akses secara acak.
4. berurutan (terstruktur)
   Mendefenisikan Array
            Setelah mendeklarasikan array, kita perlu mendefenisikan array, dalam arti menentukan besar array yang diinginkan. Misalnya dengan cara :
Bilangan = new int [5];
               Array memiliki ukuran yang tetap dalam arti tidak dapat membesar atau mengecil ukurannya setelah didefenisikan. Setelah didefenisikan, maka variabel dengan nama bilangan dapat menyimpan 5 nilai integer yang dapat diakses melalui indeks 0 sampai indeks 4. Setelah pendefenisian array, maka memori akan dialokasikan untuk menyimpan data dari array. Besar memori yang dialokasikan tergantung dari tipe data variabel array dan jumlah elemen array yang didefenisikan.
Array Mempunyai Dimensi :

1. Array Dimensi satu (vektor)

        Elemen-elemen array dapat diakses oleh program menggunakan suatu indeks tertentu. Pengaksesan elemen array dapat dilakukan berurutan atau random berdasarkan indeks tertentu secara langsung. Pengisian dan pengambilan nilai pada indeks tertentu dapat dilakukan dengan mengeset nilai atau menampilkan nilai pada indeks yang dimaksud.
Array satu dimensi juga disebut array dimensi satu atau biasa juga disebut Vektor karena hanya memiliki satu arah.

Deklarasi array satu dimensi :
tipe_data nama_var [ukuran_array]

Ket :
–type_data : menyatakan type elemen array misal int, char, float
–nama_var : nama variabel array
–ukuran : menyatakan jumlah maksimal elemen arranya

›Contoh :
–int Nilai[5];        nilai [1]    nilai [2]    nilai [3]       nilai [4]     nilai [5]
70            80            82              60             75

2. Array (Dimensi 2)
žStruktur array yang dibahas diatas mempunyai satu dimensi, sehingga variabelnya disebut variable array berdimensi satu. Pada bagian ini ditunjukkan array berdimensi lebih dari satu, yang sering disebut dengan array berdimensi dua.
ž
žArray dua dimensi merupakan sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan diakses melalui 2 indeks atau subskrip yaitu indeks baris dan indeks kolom. Oleh karena itu, array dua dimensi array memiliki dua sub bagian, sebuah array tiga-dimensi memiliki tiga sub bagian dan sebagainya. Sebuah contoh bentuk nyata yang baik dari array dua dimensi adalah sebuah papan catur. Satu dimensinya merupakan delapan baris, sedangkan dimensi lainnya merupakan delapan kolom.

Array dua dimensi sering kali digambarkan/dianalogikan sebagai sebuah matriks atau bentuk grid. Jika array berdimensi satu hanya terdiri dari 1 baris dan banyak kolom, array berdimensi dua terdiri dari banyak baris dan banyak kolom yang bertipe sama.
Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari M buah baris dan N buah kolom. Bentuknya dapat berupa matriks atau tabel.


ž
žBentuknya dapat berupa matriks atau tabel.
›Deklarasi array :
–Tipe_array nama_array[baris][kolom];
›Cara mengakses array :
›Untuk mengakses array, misalnya kita ingin mengisi elemen array baris 2 kolom 3 dengan 10 maka perintahnya adalah sbb :
–X[1][2] = 10;
ž
3. Array (dimensi 3)
Array Tiga Dimensi (3D)/multimidensi
Merupakan sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan diakses melalui banyak indeks atau subskrip. Array seperti ini biasa digunakan untuk matik, array 2 dimensi juga termasuk kedalam array multidimensi.
—Pada array tiga dimensi subskrip yang dimiliki ada tiga.
—Bayangkanlah sebuah kubus atau balok dimana bangun tersebut selain memiliki panjang dan lebar, juga memiliki tinggi. Secara matematis, hal tersebut dapat kita umpamakan ke dalam tiga buah sumbu, yaitu sumbu x, y, dan z.

Contoh Array dimensi 1 :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main()
{
clrscr ();
 int A[5];
 int i;

 for(i=0;i<5;i++)
 {
cout<<"Masukkan Data "<<i<<"="; cin>>A[i];
 }
 for(i=0;i<5;i++)
{
cout<<endl<<"array ke-"<<i<<" -> "<<A[i];
}     getch () ;

}

Hasilnya : 

refrensi :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar